Cuti Alasan Penting

  • PDF

KETENTUAN-KETENTUAN KARENA ALASAN PENTING

(dimuat pada pasal 22-25 PP No 24 Tahun 1976 )

 

Pasal 22

Yang dimaksud dengan cuti karena alasan penting adalah cuti karena:

a. Ibu, bapak, isteri/suami,anak, adik, kakak, mertua, atau menantu sakit keras atau meninggal dunia;

b. salah seorang anggota kerluarga yang dimaksud dalam huruf a meninggal dunia dan menurut ketentuan hukum yang berlaku Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan harus mengurus hak-hak dari anggota keluarganya yang meninggal dunia itu;

c. melangsungkan perkawinan yang pertama;

d. alasan penting lainya yang ditetapkan kemudian oleh Presiden.


Pasal 23

(1) Pegawai Negeri Sipil berhak atas cuti karena alasan penting.

(2) Lamanya cuti karena alasan penting ditentukan oleh pejabat yang berwenang memberikan cuti paling lama 2 (dua) bulan.


Pasal 24

(1) Untuk mendapatkan cuti karena alasan penting, Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan mengajukan permintaan secara tertulis dengan menyebutkan alasanalasannya kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti.

(2) Cuti karena alasan penting diberikan secara tertulis oleh pejabat yang berwenang memberikan cuti.

(3) Dalam hal yang mendesak, sehingga Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan tidak dapat menunggu keputusan dari pejabat yang berwenang memberikan cuti, maka pejabat yang tertinggi di tempat Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan bekerja dapat memberikan izin sementara untuk menjalankan cuti karena alasan penting. (4) Pemberian izin sementara sebagaimana dimaksud dalam ayat

(3) harus segera diberitahukan kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti oleh pejabat yang memberikan izin sementara.

(5) Pejabat yang berwenang memberikan cuti setelah menerima pemberitahuan sebagaimana dimaksud dalam ayat

(4) memberikan cuti karena alasan penting kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan.


Pasal 25

Selama menjalankan cuti karena alasan penting, Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan menerima penghasilan penuh.

Last Updated on Wednesday, 25 January 2017 02:52